26/11/11

PERBANKAN SYARIAH

 Tentang BANK SYARIAH from web BI

Pengembangan sistem perbankan syariah di Indonesia dilakukan dalam kerangka dual-banking system atau sistem perbankan ganda dalam kerangka Arsitektur Perbankan Indonesia (API), untuk menghadirkan alternatif jasa perbankan yang semakin lengkap kepada masyarakat Indonesia. Secara bersama-sama, sistem perbankan syariah dan perbankan konvensional secara sinergis mendukung mobilisasi dana masyarakat secara lebih luas untuk meningkatkan kemampuan pembiayaan bagi sektor-sektor perekonomian nasional.

Karakteristik sistem perbankan syariah yang beroperasi berdasarkan prinsip bagi hasil memberikan alternatif sistem perbankan yang saling menguntungkan bagi masyarakat dan bank, serta menonjolkan aspek keadilan dalam bertransaksi, investasi yang beretika, mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan dalam berproduksi, dan menghindari kegiatan spekulatif dalam bertransaksi keuangan. Dengan menyediakan beragam produk serta layanan jasa perbankan yang beragam dengan skema keuangan yang lebih bervariatif, perbankan syariah menjadi alternatif sistem perbankan yang kredibel dan dapat dinimati oleh seluruh golongan masyarakat Indonesia tanpa terkecuali.

Dalam konteks pengelolaan perekonomian makro, meluasnya penggunaan berbagai produk dan instrumen keuangan syariah akan dapat merekatkan hubungan antara sektor keuangan dengan sektor riil serta menciptakan harmonisasi di antara kedua sektor tersebut. Semakin meluasnya penggunaan produk dan instrumen syariah disamping akan mendukung kegiatan keuangan dan bisnis masyarakat juga akan mengurangi transaksi-transaksi yang bersifat spekulatif, sehingga mendukung stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan, yang pada gilirannya akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pencapaian kestabilan harga jangka menengah-panjang.

08/11/11

Lowongan Kerja di PT Bank BRI (Persero)

Bank Rakyat Indonesia’s vision is to become a leading commercial bank that always prioritizes customer satisfaction. BRI missions is to achieve the vision, BRI has decided on trhree missions that have to be undertaken, namely: BRI provides the best banking operation by prioritizing services for Micro, Small, and Medium Businesses in order to support people’s economy. BRI offers sevices to customers through a network that are spread all over Indonesia and supported by professional human resources who implement the Good Corporate Governance practices. BRI creates values and produce optimal benefits to all stakeholders

BANK BRI provides an opportunity to the professionals who can speak English very well (at least passive), to operate a computer, have integrity, discipline, motivation fixation and a high sense of responsibility, and willing to placed in all work units BANK BRI for the following positions:

A. PROGRAM PENGEMBANGAN STAF (PPS) BRI
Qualifications:
  • S1/S2 from Accredited Universities (A/B)
  • For PPS Umum, graduate from the faculty major: Economics, Law, Engineering, Agricultural Technology, Psychology, Agriculture, Livestock, Forestry, Fisipol (Only For Department of International Relations, Communication Studies, Fiscal Administration, Business Administration, and State Administration), MIPA ( Just for the department of Mathematics, Statistics)
  • For PPS Auditors, graduates of the Faculty / Department: Economics, Law, Engineering, Agriculture, Fisipol (Only For the Department of Fiscal Administration, Business Administration, and State Administration), MIPA (Only for the Department of Mathematics, Statistics)
  • For PPS IT, graduates from the Faculty / Department: Computer Science, Information Engineering
  • S1 GPA minimum 2.75 (PTN), 3.00 (PTS)
  • S2 GPA min 3.25 with the provisions of S.1 min. 2.75 (PTN) & 3.00 (PTS)
  • Old max. 27 years (for graduates S1), and max. 30 years (for graduates S2)
  • Priority for those who have never registered as a participant PPS BRI
  • Willing to follow the selection process.
  • Not Married.
  • Willing to be placed on the entire working area BRI
  • Willing to sign a Letter of Agreement with BRI been accepted as a participant if the PPS BRI
B. Resident Auditor (RA)
Qualifications:
  • Has experience as Auditor in Public Accounting Firm (KAP) or Consulting Group - Auditor, Internal Auditor or the Bank / Financial Institution. Minimum 3 (three) years.
  • Under 35 years of age (not yet 35 years old at the time of application).
  • Education S2 or S1 from the Faculty of Economics, Law, Engineering, FISIP (Trade Administration), Agriculture and Livestock of the PTN / PTS accredited A / B.
  • GPA:
    • S1 min 2.75 (scale 4)
    • S2 min 3.25, with the provisions of S1 GPA min 2.75
  • Mastering the English language.
  • Placement on Branch Offices across Indonesia, and preferred to be placed on the Branch Office in the Office of Inspection unit area in the region of origin of applicants.
For those applicants who are interested, can attend Job Fair / Job Expo the following:

ITB Career Titian, Date. 14 to 16 October 2011, at Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Campus ITB - Bandung --- Update : Tuesday, October 11, 2011

19/10/11

Pengertian Tabungan, Giro, Deposito / Simpanan Berjangka

 Secara Umum Pengertian dari Tabungan, Deposito dan

Pengertian Tabungan
Tabungan adalah simpanan dari pihak ketiga yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro dan atau alat lainya yang dapat dipersamakan dengan itu.
Sedangkan Jumlah Tabungan yang dimaksud adalah total keseluruhan Tabungan yang dihimpun oleh bank dalam periode tertentu.


Pengertian Giro
Giro adalah simpanan dari pihak ketiga kepada bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, BG, atau surat perintah penarikan lainnya atau dengan cara pemindahbukuan. Sedangkan Jumlah Giro yang dimaksud adalah total keseluruhan Giro yang dihimpun oleh bank dalam periode tertentu.

17/10/11

Syarat Berdirinya Bank

 Syarat-Syarat Berdirinya Suatu Bank (Lokal, Swasta, Asing)

MENURUT Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998, bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
Di Indonesia, Bank Indonesia (BI) selain mengizinkan pendirian Bank Persero (BUMN), bank swasta, Bank Umum Swasta Nasional Devisa, Bank Umum Swasta Nasional Non Devisa, bank campuran, Bank Pembangunan Daerah, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah, juga bank asing. Bank asing yang saat ini beroperasi adalah American Express Bank Ltd, Bank of America, NA, Bank of China Limited, Citibank NA.
Kemudian, Deutsche Bank Ag, JP Morgan Chase Bank, Standard Chartered Bank, The Bangkok Bank Comp Ltd, The Bank of Tokyo Mitsubishi Ufj Ltd, dan The Hongkong & Shanghai BC.
Pendirian bank asing di Indonesia atau bank asing yang akan membuka cabang di Indonesia, sebaiknya diminta menjadikan sebagai anak perusahaan, agar ada setoran tunai yang berbentuk setoran modal untuk menaikkan cadangan devisa Indonesia.

10/03/11

Giro Wajib Minimum Bank Umum pada Bank Indonesia dalam Rupiah dan Valuta Asing

Latar Belakang Pengaturan :
  1. Tekanan inflasi serta kondisi ekses likuiditas perbankan yang tinggi dan persisten perlu dikendalikan agar tidak berdampak pada peningkatan ekspektasi inflasi yang dapat berpengaruh pada stabilitas moneter. Selain itu, stabilitas sektor keuangan perlu terus didukung oleh penguatan kondisi sektor perbankan dalam menghadapi berbagai risiko dan pengoptimalan fungsi intermediasi perbankan.
  2. Guna mendukung stabilitas moneter dan sektor keuangan perlu dilakukan pengelolaan ekses likuiditas perbankan secara optimal, antara lain melalui kebijakan giro wajib minimum dengan memperhatikan kondisi likuiditas perbankan serta peran bank dalam menjalankan fungsi intermediasi.
Substansi Pengaturan :
  1. Bank wajib memenuhi GWM dalam rupiah dan GWM dalam valuta asing.
  2. GWM dalam rupiah yang wajib dipenuhi terdiri dari:
    1. GWM Primer dalam rupiah sebesar 8% (delapan persen) dari DPK dalam rupiah;
    2. GWM Sekunder dalam rupiah sebesar 2,5% (dua koma lima persen) dari DPK dalam rupiah; dan
    3. GWM LDR sebesar perhitungan antara Parameter Disinsentif Bawah atau Parameter Disinsentif Atas dengan selisih antara LDR Bank dan LDR Target dengan memperhatikan selisih antara KPMM Bank dan KPMM Insentif.
  3. Ketentuan mengenai GWM Sekunder dalam rupiah dan GWM dalam valuta asing tidak mengalami perubahan.
  4. GWM Primer dalam rupiah, GWM LDR dan GWM dalam valuta asing dipenuhi dalam bentuk saldo Rekening Giro Bank pada Bank Indonesia, sedangkan GWM Sekunder dalam rupiah dipenuhi dalam bentuk SBI, SUN, SBSN, dan/atau Excess Reserve.
  5. Perhitungan GWM LDR dilakukan sebagai berikut:
    1. Batas bawah LDR Target sebesar 78% dan batas atas LDR Target sebesar 100%.
    2. Bank yang memiliki LDR di dalam kisaran LDR target memiliki GWM LDR sebesar 0%.
    3. Bank yang memiliki LDR kurang dari batas bawah LDR Target diberikan disinsentif GWM LDR sebesar perkalian Parameter Disinsentif Bawah (saat ini sebesar 0,1) dengan selisih LDR bank dari batas bawah LDR target.
    4. Bank yang LDR-nya lebih dari batas atas LDR Target dan memiliki KPMM lebih kecil dari KPMM Insentif (saat ini 14%) akan diberikan disinsentif GWM LDR sebesar perkalian Parameter Disinsentif Atas (saat ini sebesar 0,2) dengan selisih LDR bank dari batas atas LDR target.
    5. Bank yang memiliki LDR lebih dari batas atas LDR Target dan memiliki KPMM sama atau lebih besar dari KPMM insentif (saat ini sebesar 14%), maka kewajiban pemenuhan GWM LDR sebesar 0%
    6. f. Besaran dan parameter LDR Target, KPMM Insentif, Parameter Disinsentif Bawah, dan Parameter Disinsentif Atas akan dievaluasi sewaktu-¬waktu apabila diperlukan.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Dcreators